Senin, 04 Mei 2015

Soal Ujian Landasan Kependidikan



Mata Kuliah                            :  Landasan Kependidikan
Program Studi                        :  S2 IPS
Semester                                 :  Gasal  2014/2015
Jumlah SKS                            :  2 SKS
Dosen Pembina                       :  Prof. Dr. Suyahmo, M.Si
   Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd
Hari dan Tanggal                    : Take Home Examination


Petunjuk Pengerjaan :
1.     Soal ini merupakan ujian akhir semester, yang dikerjakan secara mandiri di rumah, dalam waktu 3 hari.
2.     Jawaban dikirim via email masrukhiunnes@gmail.com, paling lambat hari Rabu, tanggal 14  Januari 2015 jam 15.00 WIB.
3.     Jawaban terlambat pengirimannya dinyatakan gugur.

Naskah Soal:
1.     Praksis pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari regulasi yang mendasarinya, kendatipun di sana sini terdapat  improvisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.
a.   Bagaimana menurut pendapat saudara mengenai kebijakan  pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan ? (peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi).
b.   Mungkinkan dalam praksis pendidikan di Indonesia diterapkan community based education secara utuh ?

2.     Kualitas pendidikan akan selalu  berkenaan dengan  pemenuhan harapan stakeholders, bersifat dinamis,  serta mengutamakan proses dan produk.
a.   Berikan analisis  saudara mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, berikan contoh secara kongkritnya!.
b.   Berikan pula analisis saudara mengenai bagaimana sebaiknya upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia!.

3.     Tujuan pendidikan nasional seperti yang  tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, merupakan acuan konstitusional praksis pendidikan.
a.   Berikan analisis tujuan pendidikan nasional ditinjau dari  filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme, dan humanisme) !.
b.   Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, menurut  saudara filsafat pendidikan yang mana yang ditonjolkan, berikan  alasan!

4.     Isu lingkungan menjadi perhatian global dalam praksis pendidikan abad 21.
a.   Bagaimana saudara mensikapi isu lingkungan dalam konteks pendidikan?.
b.   Bagaimana impelemntasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran?

++++++++++++

















Rounded Rectangle: Nama :  Maharromiyati
NIM :  0301514011
Jurusan :  S2 Pendidikan IPS

 



1.     Praksis pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari regulasi yang mendasarinya, kendatipun di sana sini terdapat  improvisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaannya.
a.   Bagaimana menurut pendapat saudara mengenai kebijakan  pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan ? (peningkatan kualitas, relevansi , pemerataan dan efisiensi).
b.   Mungkinkan dalam praksis pendidikan di Indonesia diterapkan community based education secara utuh ?
Jawab :
a.   Menurut pendapat saya kebijakan pemerintah berkenaan dengan tiga pilar praksis pendidikan belum optimal dilaksanakan. Hal ini biasa kita lihat dengan rendahnya kualitas guru, kualitas lulusan, relevansi kurikulum dan dunia kerja, pemerataan akses pendidikan dan efisiensi pendanaan. Walaupun pada pelaksanaannya ada improvisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Seharusnya pemerintah melaksanakan sepenuh hati dan konsisten dalam menjalankan tiga pilar praksis pendidikan tersebut. Tiga pilar praksis pendidikan itu meliputi yaitu pertama; peningkatan kualitas harus menjadi perhatian utama yaitu perbaikan kualitas guru. Guru menjadi perhatian utama karena walaupun kurikulum dibuat sebaik mungkin tanpa di dukung oleh kualitas guru tidak akan berhasil di dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kedua; relevansi lulusan menjadi perhatian agar lulusan dapat terserap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah serta optimalisasi  kemitraan dengan dunia usaha/ industri. Ketiga; pemerataan pendidikan dan efisiensi meliputi kemudahan aksesbilitas dan daya tampung, pemenuhan jumlah tenaga guru, optimalisasi kinerja dan kesejahteraan guru, proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, perbaikan sarana prasarana ruang kelas, penyediaan jumlah dan mutu buku yang memadai.
b.   Dalam praksis pendidikan di Indonesia belum bisa diterapkan community based education secara utuh karena ketika pemerintah melalui UU Sisdiknas mengungkapkan konsepsinya mengenai community-based education, sebenarnya pemerintah bersikeras mengutamakan kepentingan politiknya untuk mempertahankan kekuasaannya melalui kontrol pendidikan, bukan untuk kepentingan masyarakat. Pendidikan berbasis masyarakat di Indonesia sebenarnya telah diterapkan sejak awal secara praktis. Namun, pada tataran teoritis, pendidikan berbasis masyarakat belum memiliki konsep dan teori yang jelas. Oleh karena itu, pada tataran filosofis, diperlukan sebuah formulasi dan konseptualisasi tentang apa dan bagaimana pendidikan berbasis masyarakat itu, agar penerapan konsep ini betul-betul bebas dari dominasi dan hegemoni kekuasaan. Ada tiga perspektif yang mencoba mencari landasan konseptual bagi pendidikan berbasis masyarakat. Pertama; perspektif historis sebagaimana dikemukakan Winarno Surakhmad. Menurutnya, pendidikan berbasis masyarakat merupakan perkembangan lebih lanjut dari pendidikan berbasis sekolah. Dalam pandangannya, “konsep pengelolaan pendidikan berbasis sekolah (PBS) adalah konsep yang sangat mungkin perlu kita dahulukan sebagai titik tumbuh konsep pendidikan berbasis masyarakat”. Kedua; dikemukakan oleh P.M. Cunningham yang memandang pendidikan berbasis masyarakat dari perspektif sosiologis. Menurutnya, pendidikan berbasis masyarakat (community-based education) merupakan hal yang kontras dengan pendidikan masyarakat (community education) yang diselenggarakan negara. Kalau pendidikan masyarakat diartikan sebagai proses pendidikan untuk membangun potensi dan partisipasi masyarakat di dalam upaya proses pengambilan keputusan secara lokal, maka pendidikan berbasis masyarakat merupakan respon dari ketidakmampuan negara dalam melayani penduduknya untuk menyelesaikan berbagai aktivitas pembangunan, baik dalam bidang ekonomi, rehabilitasi, perumahan, pelayanan kesehatan, latihan kerja, pemberantasan buta huruf, dan maupun bidang pendidikan. Premis yang digunakan dalam pendidikan berbasis masyarakat adalah bahwa pendidikan itu tidak dapat dipisahkan dari kultur dan masyarakat tempat pendidikan itu terjadi. Ia senantiasa berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat (empowerment of communities). Jarang terjadi pendidikan berbasis masyarakat dilakukan oleh sekolah-sekolah negeri. Hal ini karena masalah pendidikan berbasis masyarakat itu menyangkut hubungan antara kekuasaan (negara) dan kemiskinan (masyarakat), bukan partisipasi warganegara (citizen participation) dalam pendidikan. Oleh karena itu, paradigma yang digunakan pendidikan berbasis masyarakat adalah paradigma konflik. Sedangkan pendidikan masyarakat senantiasa berasaskan pada paradigma fungsionalime. Ketiga; yang dapat digunakan untuk melihat konsep pendidikan berbasis masyarakat adalah perspektif politik. Di antara tokohnya adalah Dean Nielsen yang menekankan bahwa pendidikan berbasis masyarakat (community-based education) merupakan hal yang berlawanan dengan pendidikan berbasis negara (state-based education). Hal ini karena masyarakat dengan makna community biasanya dilawankan dengan negara.  Pendidikan berbasis masyarakat, sebagaimana diungkapkan Sharon Murphy, senantiasa didasarkan pada teori dan pedagogi kritis (grounded in critical theory and pedagogy). Dalam perspektif pedagogik kritis, sebagaimana dikatakan Mansour Fakih dan Toto Rahardjo, pendidikan harus mampu menciptakan ruang untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis dalam rangka transformasi sosial. Dengan kata lain, tugas utama pendidikan bagi pendidikan kritis adalah ”memanusiakan” kembali manusia yang mengalami dehumanisasi karena sistem dan struktur yang tidak adil.

2.     Kualitas pendidikan akan selalu  berkenaan dengan  pemenuhan harapan stakeholders, bersifat dinamis,  serta mengutamakan proses dan produk.
a.   Berikan analisis  saudara mengenai kualitas pendidikan di Indonesia, berikan contoh secara kongkritnya!.
b.   Berikan pula analisis saudara mengenai bagaimana sebaiknya upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia!.
Jawab :
a.   Kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Hal ini dapat diamati dari kualitas mutu lulusan yang masih belum terserap lapangan kerja dan rendahnya minat untuk berwirausaha. Proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah lebih menekankan unsur kognitif dan masih mengabaikan aspek afektif dan psikomotor. Kualitas pendidikan suatu negara tidak terlepas dari kerjasama tripusat pendidikan yaitu pemerintah, sekolah dan masyarakat. Contoh kongkrit permasalahan yang tampak adalah pemerataan kebutuhan  dan kualitas guru. Selain itu masalah kurikulum yang selalu berganti dan guru tidak siap dengan perubahan tersebut. Sarana dan fasilitas sekolah banyak yang masih memprihatinkan seperti gedung-gedung rusak. Dalam soal pembiayaan sering bocornya anggaran negara untuk pembangunan pendidikan karena dikorupsi oleh oknum-oknum tertentu. Hal ini menjadi permasalahan yang memberikan pengaruh terhadap rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.
b.   Upaya memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia yaitu:
1)   Memperbaiki kualitas guru yaitu menjadi tanggungjawab lembaga penyelenggara tenaga kependidikan (LPTK) dan pemerintah. LPTK merekrut calon-calon guru yang dididik dengan baik agar menghasilkan calon guru yang berkualitas. Pemerintah mengawasi kinerja LPTK dalam mempersiapkan calon guru agar kualitas dapat terjamin dengan proses akreditasi yang ketat untuk LPTK yang ada. Selanjutnya perekrutan guru dilakukan dengan proses seleksi ketat sehingga guru yang diterima benar-benar berkualitas. Selain itu ketika sudah menjadi guru pemerintah punya andil dengan melakukan pengawasan terhadap kualitas guru. Peran kepala sekolah dan pengawas yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah dibutuhkan untuk mengawasi kinerja yang dilakukan oleh guru.
2)   Pembenahan Kurikulum yaitu pergantian kurikulum hendaknya karena aspek kebutuhan bukan karena pengaruh politik kepentingan kelompok tertentu. Kurikulum menjadi suatu hal yang penting akan tetapi yang jauh lebih penting mempersiapkan kualitas guru dan mau berubah ke arah yang lebih baik. Jangan sampai pergantian kurikulum hanya sekedar berganti dan tidak memberikan pengaruh kepada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Walaupun kurikulum dibuat sebaik apapun tanpa didukung guru yang berkualitas akan sia-sia.
3)   Perbaikan fasilitas dan sarana pendidikan. Masih banyak sekolah-sekolah yang meprihatinkan terutama di daerah terpencil. Banyak peserta didik yang belajar di ruang kelas yang rusak dengan fasilitas seadanya.
4)   Pemberian akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara sehingga negara memberikan jaminan kepada warga negaranya untuk mengenyam pendidikan.
5)   Pengawasan terhadap anggaran pendidikan agar tidak terjadi kebocoran dan tepat sasaran.

3.     Tujuan pendidikan nasional seperti yang  tercantum di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, merupakan acuan konstitusional praksis pendidikan.
a.   Berikan analisis tujuan pendidikan nasional ditinjau dari  filsafat pendidikan (progressivisme, kostruksionisme, dan humanisme) !.
b.   Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, menurut  saudara filsafat pendidikan yang mana yang ditonjolkan, berikan  alasan!
Jawab :
a.   Tujuan pendidikan nasional menurut UU No 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas yaitu berupaya untuk dapat berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Apabila ditinjau dari filsafat pendidikan progresif bahwa pendidikan bertujuan untuk kecerdasan pengetahuan dan penguasaan IPTEK. Jika ditinjau dari filsafat pendidikan konstruktivisme bahwa pendidikan bertujuan memenuhi kebutuhan pembangunan di masyarakat. Sedangkan bila ditinjau dari filsafat pendidikan humanisme bertujuan membangun peradapan budaya di masyarakat. Sehingga menurut analisis saya tujuan pendidikan nasional merupakan hasil sinergi filsafat pendidikan progresivisme, kontruktivisme dan humanisme yang menjadi pijakan regulasi pendidikan di Indonesia.
b.   Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia menurut saya yang perlu ditonjolkan adalah sinergi dari filsafat pendidikan progresivisme, konstruktivisme dan humanisme. Akan tetapi jika harus memilih salah satu yang ditonjolkan di mana menjadi dasar utama yaitu filsafat humanisme karena fokusnya membangun peradapan budaya di masyarakat. Jika tercapai peradapan masyarakat yang berbudaya tentu akan tercipta manusia yang cerdas, bermoral dan humanis sehingga dapat membangun masyarakat yang beradap. Jangan sampai pendidikan hanya terfokus pada aspek kognitif dan menciptakan manusia-manusia robot tetapi tidak memiliki nilai humanis tentu akan membawa pengaruh buruk bagi peradapan manusia.

a.   Bagaimana saudara mensikapi isu lingkungan dalam konteks pendidikan?.
b.   Bagaimana impelemntasi isu lingkungan dalam proses pembelajaran?
Jawab :
a.   Isu lingkungan dalam konteks pendidikan memang menjadi perhatian global. Globalisasi bukan saja menjadi trend pasar dan perdagangan tetapi juga bencana terhadap lingkungan. Kerusakan lingkungan terjadi di mana-mana. Pendidikan harus menghasilkan manusia yang peduli terhadap lingkungannya. Pendidikan lingkungan meliputi pendidikan alam dan lingkungan hidup. Seperti yang dikemukakan oleh Tilaar bahwa sejak lama manusia berupaya menaklukan lingkungan alamnya, mengeksploitasi lingkungan untuk kepentingannya sendiri. Kemajuan ilmu pengetahuan telah menyebabkan degradasi lingkungan oleh karena kerakusan manusia yang mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas. Manusia bukan lagi sebagai pelindung lingkungannya, sekarang telah menjadi perusak lingkungan yang mengakibatkan bahaya terhadap kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pendidikan lingkungan berarti kesadaran untuk memelihara lingkungan yang merupakan sumber kehidupan dari generasi sekarang dan generasi yang akan datang merupakan proses pendidikan. Sedangkan menurut Northern Illionis University, pendidikan lingkungan adalah suatu proses mereorganisasi nilai dan memperjelas konsep-konsep untuk membina keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memahami dan menghargai antarhubungan manusia, kebudayaan dan lingkungan fisiknya. Dari batasan-batasan tersebut, tersirat bahwa pendidikan berwawasan lingkungan tidak hanya pemahaman tentang perlunya keseimbangan hubungan antar makhluk hidup dengan alamnya, tetapi juga untuk meningkatkan sikap dan nilai positif terhadap permasalahan lingkungan, sehingga mendorong peserta didik melakukan beberapa bentuk perbuatan langsung.
b.   Implementasi pendidikan berwawasan lingkungan secara sederhana dan mudah dimengerti dan diterapkan  dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik. Dalam pelaksanaannya pendidikan berwawasan lingkungan di sekolah tidak disajikan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri karena jumlah mata pelajaran di sekolah sudah terlampau banyak sehingga kalau dipaksakan akan mengganggu perkembangan kognitif dan apresiasi peserta didik terhadap pelajaran serta mempengaruhi beban belajar siswa. Pada dasarnya pendidikan berwawasan lingkungan secara tersirat sudah terdapat dalam beberapa mata pelajaran terutama yang terutama yang berorientasi pada sasaran moral seperti mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, agama, serta mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pendidikan lingkungan seperti kelompok mata pelajaran IPA dan IPS. Sasaran pendidikan lingkungan adalah kinerja lulusan yang peduli terhadap lingkungan dan senantiasa menjaga  keseimbangan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Hal ini selama visi pendidikan ini dapat diwujudkan memang tidak perlu menjadi mata pelajaran baru yang akan menambah beban peserta didik. Pendidikan berwawasan lingkungan lebih tepat dengan pendekatan multidisiplin yang memanfaatkan beberapa konsep dari beberapa mata pelajaran. Pendidikan berwawasan lingkungan dapat dibentuk melalui pemberdayaan mata pelajaran yang sudah ada. Contoh : Pembelajaran IPS berwawasan lingkungan. Cara pelaksanaannya yaitu guru IPS di tingkat SD,SLTP atau SMU, ingin mengembangkan sikap peduli terhadap lingkungan untuk tidak membuang limbah domestic secara sembarangan, guru perlu memberikan contoh membuang sampah pada tempatnya. Guru bersama-sama dengan peserta didik dan juga pihak sekolah perlu menyediakan lingkungan yang kondusif seperti menyediakan tempat sampah, tempat cuci tangan, kemoceng di setiap kelas dan di lingkungan sekolah serta membuat tanaman gantung atau pot-pot kecil memanjang tepat di bawah turunnya air dari atap, sehingga air cucuran atap yang terbuang sia-sia dapat diminimalkan. Selain itu, di setiap kegiatan pembelajaran sebaiknya selalu diselingi kegiatan yang mengkondisikan peserta didik untuk membuang sampah pada tempat, misalnya sebelum pelajaran di mulai kelas harus dalam keadaan bersih dari sampah. Atau mengkondisikan peserta didik untuk membuang dan memilah sampah organic dan non-organik. Sampah organic dapat diolah bersama-sama guru dan siswa dengan bantuan guru IPA dan matematika, sedangkan sampah non-organik dimasukkan pada tempat khusus yang telah disediakan.




1 komentar:

  1. Casino Hotel & Racetrack - Mapyro
    Located on the waterfront of Bay of Pigs 울산광역 출장샵 (Tahoe) in 강원도 출장마사지 the 전라남도 출장안마 picturesque East Texas mountains. This lively casino hotel features an 세종특별자치 출장샵 expansive 고양 출장마사지

    BalasHapus