Rabu, 06 Mei 2015

RESUME METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF



A.  Pengertian Penelitian Kualitatif
Beberapa ahli mengemukakan tentang definisi penelitian kualitatif yaitu Bogdan dan Taylor (1975 : 5 ) mengemukakan penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kirt dan Miller mengemukakan penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dari kawasannya maupun dalam peristilahannya. David Williams (1995) menulis bahwa penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan menggunakan metode alamiah dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah. Denzim dan Lincoln 1987 menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Terakhir menurut Jane Richie, Penelitian kualitatif adalah upaya untuk menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, perilaku, persepsi dan persoalan tentang manusia yang diteliti.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik dan dengan suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif  berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan.

B.   Karakteristik Penelitian Kualitatif
Karakteristik penelitian kualitatif yaitu berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mengadakan analisis data secara induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dari dasar, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokus, memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data, rancangan penelitiannya bersifat sementara, dan hasil penelitiannya disepakati oleh kedua belah pihak peneliti dan subjek penelitian.

C.   Landasan Teoritis Penelitian Kualitatif
Landasan teoritis penelitian kualitatif yaitu fenomenologi, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologi, etnografi, penelitian lapangan, grounded theory. Pendekatan fenomenologis berusaha memahami subjek dari segi pandangan mereka sendiri. Interaksi simbolik mendasarkan diri pada pengalaman manusia yang ditengahi oleh penafsiran, segala sesuatu tidak memiliki pengertian sendiri-sendiri, sedangkan pengertian itu dikenakan padanya oleh seseorang sehingga dalam hal ini penafsiran menjadi esensisal. Di pihak lain kebudayaan dipandang sebagai kerangka teoritis untuk memahami pengalaman yang menimbulkan perilaku. Etnometodologi merupakan studi tentang bagaimana individu menciptakan dan mencapai kahidupan sehari-hari. Penelitian lapangan biasanya membuat catatan lapangan secara ekstensif yang kemudian dibuatkan kodenya dan dianalisis dalam berbagai cara. Terakhir, Grounded theory merupakan proses bertahap yang cukup rumit untuk mengembangkan teori tentang minat terhadap fenomena.

D.   Paradigma Penelitian Kualitatif
Paradigma penelitian kualitatif yang bersumber dari asumsi dan dirumuskan dalam bantuk aksioma. Asumsi dalam penelitian kualitatif meliputi kenyataan yang dibangun secara sosial, mengutamakan bidang penelitian, variable kompleks, terkait satu denga yang lainnya dan sukar diukur dan emik (pandangan dari dalam). Maksud dari penelitian kualitatif adalah kontekstualisasi, interpretasi, memahami perspektif subjek. Pendekatan dalam penelitian kualitatif meliputi berakhir dengan hipotesis dan teori grounded, muncul dan dapat digambarkan, peneliti sebagai instrument, mencari pola-pola, mencari pluralisme, kompleksitas, hanya sedikit memanfaatkan indikator numerical dan penulisan laporan secara diskriptif. Terakhir peranan peneliti yaitu melibatkan secara pribadi dan pengertian empatik.

E.   Beberapa Segi Teori dalam Penelitian Kualitatif
Beberapa segi teori diungkapkan berbagai pokok yang kedua dan diawali dengan usaha menjelaskan pengertian dan fungsi teori. Penelitian kualitatif berakar dari data, maka pengertian teorinya tidak lari daripada aturan menjelaskan proposisi atau seperangkat proposisi yang berkaitan dengan beberapa fenomena alamiah. Fungsi teori adalah untuk menjelaskan dan meramalkan perilaku, menemukan teori lainnya, digunakan untuk aplikasi praktis, memberikan perspektif bagi usaha penjaringan data, membimbing dan manyajikan gaya penlitian. Teori itu dapat diformulasikan secara deskriptif maupun secara proporsional. Teori dibedakan atas teori substantive dan teori formal. Teori substantive disusun untuk keperluan empiris sedangkan teori formal untuk keperluan pengembangan secara konseptual yang dibedakan dalam taraf abstraksinya, dan teori substantive harus terlebih dahulu disusun. Unsur-unsur suatu teori terdiri atas kategori kawasannya, hipotesis kerja dan peranan integrasi dalam penyusunan teori
Penyusunan teori dimulai dengan teori substantive melalui usaha menemukan kategori dengan kawasannya, mencari hubungan-hubungan yang logis sehingga dapat dirumuskan ke dalam hipotesis kerja dengan memanfaatkan metode analisis komparatif. Teori formal disusun dengan jalan memanfaatkan teori substantive baik untuk satu bidang maupun bidang ganda. Teori formal itu tetutama bermanfaat untuk menguji teori formal lainnya untuk menganalisis hasil-hasil penelitian. Verifikasi teori yang lazim menguji teori lama dapat pula dimanfaatkan untuk menguji teori baru yang muncul dari data.
Beberapa persoalan yang berkaitan dengan teori yaitu Pertama, persoalan generalisasi yang diuraikan berupa tujuan ilmu, beberapa persoalan konsep generalisasi klasik, generalisasi alamiah sebagai suatu alternative, dan hipotesis kerja dengan teori-teorinya. Kedua, persoalan kausalitas Lofland lebih tegas mempertahankan prinsip kausalitas. Guba dan Lincoln mulanya menyetujui kemudian merumuskan konsep baru sama sekali di dalam rangka paradigma naturalistik. Pendapat Patton masih tetap relevan karena manfaat yang diperoleh dari teknik induktif sebagai yang dipaparkan pada sebelumnya. Analisis data tentang adanya prinsip kausalitas dapat dipelajari dari Miles dan Huberman. Apabila seseorang ingin menerapkan paradigma naturalistik murni yaitu dengan konsep saling mempertajam secara simultan perlu dikaji secara mendalam. Ketiga, persoalan emik dan etik. Pendekatan emik yaitu struktural yang berarti peneliti berasumsi terpola dalam system pola itu sendiri. Sedangkan pendekatan etik terdiri atas kumpulan rumit antara tujuan dan prosedur.

F.    Perumusan Masalah Penelitian Kualitatif
Perumusan masalah penelitian melalui fokus. Masalah penelitian dirumuskan dalam bentuk fokus yang dalam penlitian membatasi studi itu sendiri di samping diperlukan sebagai kriteria inklusi-eksklusi, sifat perumusan masalah sebelum penelitian akhirnya masih tentative, yang berarti masih dapat berkembang sekaligus disempurnakan sewaktu peneliti sudah berada di lapangan. Model perumusan masalah yang dicatat dari dua belas contoh memberikan gambaran lengkap bahwa terdapat berbagai cara dan gaya dalam merumuskan masalah penelitian.

G.  Tahap dan Teknik Penelitian Kualitatif
Ada tiga tahap penelitian kualitatif secara umum yaitu tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Tahap pralapangan terdiri dari menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajaki dan menilai lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan penelitian, persoalan etika penelitian. Tahap pekerjaan lapangan yaitu persiapan latar penelitian dan persiapan diri, memasuki lapangan, berperanserta sambil mengumpulkan data. Sedangkan tahap analisis data akan dijelaskan pada bagian berikutnya.  Sedangkan tahap penelitian secara siklikal yaitu menggambarkan proses mengikuti suatu lingkaran.
Sedangkan teknik penelitian kualitatif meliputi pertama sumber dan jenis data yaitu kata-kata dan tindakan, sumber tertulis, foto dan data statistik. Kedua, peranan manusia sebagai instrument penelitian berupa pengamatan berperanserta dan instrument penelitian. Ketiga, pengamatan berupa alasan pemanfaatan pengamatan, macam-macam pengamatan dan derajat peranan pengamatan, apa yang diamati, pengamatan dan pencatatan data, pengamat yang diamati dan memperhatikan kelematan pengamatan. Keempat, wawancara yaitu macam-macam wawancara berupa wawancara pembicaraan informal, pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara, dan wawancara baku terbuka. Kemudian bentuk-bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman, pendapat, perasaan, pengetahuan, indera, latar belakang atau demografi.
Salah satu kunci pokok pelaksanaan penelitian kualitatif terletak pada bagaimana cara seorang peneliti mencatat data dalam catatan lapangan. Penelitian dan penggunaan catatan lapangan, bentuk, isi, dan proses pemaketan dikemukakan dalam rangka menguraikan catatan lapangan tersebut. Catatan lapangan sangat berguna untuk menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

H.  Analisis dan Interpretasi data
Analisis data yang pertama dikaitkan dengan penulisan teori berupa pemprosesan satuan, kategorisasi, dan pemprosesan data. Modus analisis data yang terdiri atas hermeneutik, semiotik, narari dan metafora. Modus analisis data hermeneutik merupakan landasan filosofi pada pemahaman manusia yang berkaitan dengan pengertian data tekstual. Analisis data semiotik berkaitan dengan makna dari tanda dan simbol dalam bahasa. Sedangkan modus analisis data narasi dan metafora yaitu  narasi merupakan sebagai dongeng, ceritera, tanyangan fakta yang diceritakan pada orang pertama dan metafora  merupakan aplikasi nama atau diskripsi frasa atau istilah pada sesuatu objek atau tindakan yang tidak diaplikasikan secara sebenarnya.
Dalam analisis data secara umum yaitu menemukan tema, merumuskan hipotesis kerja, menganalisis berdasarkan hipotesis kerja. Ada tiga model analisis data yaitu metode perbandingan tetap yaitu reduksi data, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja. Analisis data model spradley berupa hubungan semantik, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema. Sedangkan analisis data model Miles dan Huberman berupa pemetaan atau deskripsi data yang menggunakan matriks. Analisis data secara induktif yang menjelaskan maksud pendekatan, asumsinya, proses, pemeriksaan keabsahan data, dan ciri-ciri kode kategori. Terakhir analisis data dengan komputer yaitu dengan non-numerical unstructured data, indexing, mencari dan menteoretisasi, dua data –base dalam UND*IST berupa system dokumen data dan sistem indeks, dan terakhir pekerjaan dalam NUD*IST menggunakan grafik penuh dan window jamak.

I.      Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Pemeriksaan keabsahan data didasarkan atas kriteria tertentu. Kriteria ini terdiri atas derajat kepercayaan  (kredibilitas), keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Masing-masing kriteria tersebut menggunakan teknik pemeriksaan sendiri-sendiri. Kriteria derajat kepercayaan pemeriksaan datanya dilakukan dengan teknik perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan anggota. Kriteria kebergantungan dan kepastian pemeriksaan dilakukan dengan teknik auditing. Masing-masing teknik tersebut diuraikan prinsip dan cara pemanfaatannya.

J.     Teknik Penulisan Laporan Penelitian
1.         Fungsi, jenis, dan bentuk laporan hasil penelitian
a.         Fungsi penelitian
1)        Keperluan studi akademis.
2)        Keperluan perkembangan ilmu pengetahuan.
3)        Keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu.
4)        Keperluan publikasi ilmiah

b.         Jenis dan bentuk laporan
1)        Jenis laporan yang dilakukan oleh mahasiswa S1 pada akhir tahun masa studinya (skripsi), mahasiswa S2 (tesis), mahasiswa S3 (disertasi).
2)        Publikasi ilmiah yang dilakukan oleh peneliti pada majalah ilmiah seperti journal.
3)        Laporan penelitian yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau kebijaksanaan yaitu bentuk eksekutif.
4)        Laporan yang ditujukan kepada masyarakat awam seperti artikel dalam koran

2.         Kerangka dan isi laporan
a.         Latar belakang, harapan, pembatasan, dan tujuan penelitian (Bab I)
b.         Penelaahan Kepustakaan (Bab II)
c.         Metodologi (Bab III) yang mencakup latar, entri, desain (langkah-langkah penelitian), kehadiran peneliti, pencatatan data, dan analisis data.
d.         Gambaran menyeluruh tentang latar penelitian (Bab IV) yang berisi gambaran umum tentang lokasi dan subjek
e.         Uraian tentang konsep-konsep menurut tema (Bab IV) yang mencakup kesesuaian teori tentang konsep yang berasal dari data.
f.          Pembahasan dan implikasi (Bab V) termasuk kesimpulan

K.  Proposal Penelitian Kualitatif
Proposal menurut Lincoln dan Guba adalah usaha merencanakan kemungkinan-kemugkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan ukuranya masing-masing. Komponen-komponen proposal penelitian yaitu penentuan fokus penelitian, penentuan kesesuaian paradigma dengan fokus, penentuan paradigma dengan teori substansif yang membimbing studi, penentuan dari mana dan dari siapa data dikumpulkan, penentuan tahap-tahap penelitian, penentuan teknik penelitian, perencanaan pengumpulan dan pencatatan data, perencanaan prosedur dan pelaksanaan analisis data, perencanaan perlengkapan penelitian, dan terakhir perencanaan untuk pemeriksaan keabsahan data.
Kerangka dan diskripsi proposal penelitian kualitatif
1.    Kerangka Proposal
       BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Fokus Penelitian Dan Perumusan Masalah
C.     Tujuan Penelitian
D.    Paradigma
E.     Manfaat Penelitian

       BAB II. ACUAN TEORI
A.    Acuan Teori (berkaitan dengan focus penelitian)
B.     Acuan Teori (Sub focus 1)
C.     Acuan Teori (sub focus 2)
D.    Acuan Teori (sub focus 3), dst

       BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
A.    Deskripsi Latar, Sumber Data, Satuan Kajian, dan Entri
B.     Metode / Teknik Penelitian
C.     Data dan Sumber Data
D.    Prosedur Pengumpulan Data
E.     Analisis Data
F.      Pemeriksaan Keabsahan data

       BAB IV. PAPARAN DATA DAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
A.    Deskripsi Data
B.     Temuan Hasil Penelitian
C.     Pembahasan Temuan Hasil Penelitian
       BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN-SARAN
A.    Kesimpulan
B.     Implikasi
C.     Saran-saran

2.    Deskripsi Singkat Tentang Kerangka Proposal
            BAB I PENDAHULUAN
A.          Latar Belakang
1.     Pada bagian ini diuraikan situasi daan kondisi yang menarik perhatian peneliti dan pembaca pada umumnya.
2.     Kemukakan hal-hal yang ingin diketahui dan alasan mengapa peneliti tertarik dengan topik tersebut.
3.     Kemukakan juga mengapahal itu perlu diteliti.
4.     Berikan gambaran pula apa yang diharapkan sebagai hasil penelitian ini.

B.           Fokus dan Peumusan Masalah Penelitian
1.     Tetapkan fokus penelitian.
2.     Temukan sub-sub fokok yang terkait dengan topik penelitian.
3.     Rumusan masalah penelitian dengan jalan mengaitkan dengan fokus dan sub-sub fokus yang menjadi pertanyaan untuk dicarikan jawabannya.
4.     Rumusan masalah penelitian harus menjawab pertanyaan apa yang akan diselesaikan peneliti dalam melakukan penelitian ini.
5.     Masalah penelitian itu dikemukakan dalam  bentuk pertanyaan yang dirumuskan secara tajam yang ingin dicari jawabannya dalam penelitian ini.
6.     Rumuskan dengan menggunakan kata-kata yang tepat dengan bahasa yang efisien.


C.           Tujuan Penelitian
1.     Tujuan penelitian merupakan pertanyaan operasional yang merincikan apa yang akan diselesaikan dan dicapai dalam penelitian.
2.     Tujuan itu dirumuskan sebagai upaya yang ditempuh oleh peneliti untuk memecahkan masalah.
3.     Rumusan tujuan itu menjawab pertanyaan bagaimana peneliti menggunakan hasil penelitiannya dan bagaimana profesi sejenis menggunakan hasil penelitiannya.

D.          Paradigma
1.     Paradigma perlu dikemukanan pada awal atau bagian ini agar peneliti memegang paradigma yang mana karena paradigma itu juga yang akan membimbingnya untuk merancang dan melaksanakan penelitiannya.
2.     Paradigma itu bisa naturalistik yang bersumber dari fenomenologi atau positivism atau berdiri di antara keduanya.
3.     Berdasarkan paradigma itu peneliti mengemukakan beberapa asumsi yang dipergunakan dalam penelitian.

E.           Manfaat Penelitian
1.     Dalam bagian ini dikemukakan apa yang kiranya menjadi kegunaan hasil penelitian baik bagi dunia ilmu pengetahuan, bidang ilmu itu sendiri dan masyarakat pada umumnya.
2.     Manfaat penelitian dirumuskan secara singkat dan bahasa yang tepat.

BAB II ACUAN TEORI
A.       Acuan Teori 1
B.        Acuan Teori 2
C.        Acuan Teori 3
Hal ini berbeda dengan yang digunakan dalam penelitian kuantitatif karena di sini bukan untuk mengkaji teori tetapi sekedar memahami konsep apa yang ingin diteliti.
Misalnya : Fokus- Pemeliharaan gizi dalam keluarga
                  Sub fokus 1 : Persepsi orang tua tentang gizi
                  Sub fokus 2 : Tingkat kehidupan sosial ekonomi keluarga
                  Sub fokus 3 : Orang pedesan dan pemeliharaan gizi
Acuan teorinya adalah :
Pemeliharaan gizi dalam keluarga
tingkat kehidupan sosial ekonomi
Sikap orang pedesaan tentang pemeliharaan gizi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.       Entri, Latar Penelitian, Sumber Data, Satuan Kajian
1.         Mengemukakan terlebih dahulu bagaimana cara yang ditempuh peneliti untuk memasuki latar, bagaimana memperoleh izin, dsb.
2.         Kemukakan dalam bagian ini kondisi dan situasi fisik, latar sosial, dan hal-hal terkait dengan latar penelitian
3.         Kemukakan juga sumber datanya, siapa atau apa yang menjadi satuan kajian.

B.        Metodologi Penelitian
1.         Mengemukakan metode yang digunakan naturalistik, etnografi, studi kasus, action research dan diskripsikan secara singkat
2.         Mendiskipsikan secara singkat peranan dan fungsi peneliti sebagai instrument penelitian
3.         Menguraikan tentang patokan pemilihan informan dan bagaimana proses pemilihannya.
4.         Kemukakan tentang jadwal waktu penelitian


C.        Data dan Sumber Data
1.         Data apa saja yang akan dikumpulkan
2.         Apa dan siapa yang akan menjadi sumber data
3.         Mengemukakan bagaimana menjaga kerahasiaan sumber data
4.         Pemilihan sumber data yang sesuai dengan acuan teori dan pertanyaan penelitian.

D.       Prosedur Pengumpulan Data
Mengemukakan langkah langkah yang ditempuh dalam mengumpulkan data (dikaitkan dengan metode / teknik penelitian yang digunakan).

E.        Analisis Data
1.         Menjelaskan rencana analisis data.
2.         Menguraikan secara singkat bagaimana proses analisis data yang ditempuh.

F.         Pengecekan Keabsahan Data
1.         Mengemukakan kriteria keabsahan data yang digunakan.
2.         Menjelaskan rencana pemeriksaan keabsahan data yang digunakan untuk penelitian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar