A.
Pengertian
Penelitian Kualitatif
Beberapa ahli mengemukakan tentang
definisi penelitian kualitatif yaitu Bogdan dan Taylor (1975 : 5 ) mengemukakan penelitian kualitatif adalah prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kirt dan Miller mengemukakan
penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial
yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dari
kawasannya maupun dalam peristilahannya. David Williams (1995) menulis bahwa
penelitian kualitatif adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah dengan
menggunakan metode alamiah dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik
secara alamiah. Denzim dan Lincoln 1987 menyatakan bahwa penelitian kualitatif
adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan
fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode
yang ada. Terakhir menurut Jane Richie, Penelitian kualitatif adalah upaya
untuk menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi
konsep, perilaku, persepsi dan persoalan tentang manusia yang diteliti.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian
yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik dan
dengan suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode alamiah. Penelitian kualitatif berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan.
B.
Karakteristik Penelitian Kualitatif
Karakteristik penelitian kualitatif yaitu berakar
pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat
penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mengadakan analisis data secara
induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dari
dasar, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi
studi dengan fokus, memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan
data, rancangan penelitiannya bersifat sementara, dan hasil penelitiannya
disepakati oleh kedua belah pihak peneliti dan subjek penelitian.
C.
Landasan Teoritis
Penelitian Kualitatif
Landasan teoritis penelitian kualitatif yaitu
fenomenologi, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologi, etnografi,
penelitian lapangan, grounded theory. Pendekatan fenomenologis berusaha
memahami subjek dari segi pandangan mereka sendiri. Interaksi simbolik
mendasarkan diri pada pengalaman manusia yang ditengahi oleh penafsiran, segala
sesuatu tidak memiliki pengertian sendiri-sendiri, sedangkan pengertian itu
dikenakan padanya oleh seseorang sehingga dalam hal ini penafsiran menjadi
esensisal. Di pihak lain kebudayaan dipandang sebagai kerangka teoritis untuk
memahami pengalaman yang menimbulkan perilaku. Etnometodologi merupakan studi
tentang bagaimana individu menciptakan dan mencapai kahidupan sehari-hari.
Penelitian lapangan biasanya membuat catatan lapangan secara ekstensif yang
kemudian dibuatkan kodenya dan dianalisis dalam berbagai cara. Terakhir, Grounded
theory merupakan proses bertahap yang cukup rumit untuk mengembangkan teori
tentang minat terhadap fenomena.
D.
Paradigma Penelitian
Kualitatif
Paradigma penelitian kualitatif yang bersumber dari
asumsi dan dirumuskan dalam bantuk aksioma. Asumsi dalam penelitian kualitatif
meliputi kenyataan yang dibangun secara sosial, mengutamakan bidang penelitian,
variable kompleks, terkait satu denga yang lainnya dan sukar diukur dan emik
(pandangan dari dalam). Maksud dari penelitian kualitatif adalah
kontekstualisasi, interpretasi, memahami perspektif subjek. Pendekatan dalam
penelitian kualitatif meliputi berakhir dengan hipotesis dan teori grounded,
muncul dan dapat digambarkan, peneliti sebagai instrument, mencari pola-pola,
mencari pluralisme, kompleksitas, hanya sedikit memanfaatkan indikator
numerical dan penulisan laporan secara diskriptif. Terakhir peranan peneliti
yaitu melibatkan secara pribadi dan pengertian empatik.
E.
Beberapa Segi Teori dalam Penelitian Kualitatif
Beberapa segi teori diungkapkan berbagai pokok yang
kedua dan diawali dengan usaha menjelaskan pengertian dan fungsi teori.
Penelitian kualitatif berakar dari data, maka pengertian teorinya tidak lari
daripada aturan menjelaskan proposisi atau seperangkat proposisi yang berkaitan
dengan beberapa fenomena alamiah. Fungsi teori adalah untuk menjelaskan dan
meramalkan perilaku, menemukan teori lainnya, digunakan untuk aplikasi praktis,
memberikan perspektif bagi usaha penjaringan data, membimbing dan manyajikan
gaya penlitian. Teori itu dapat diformulasikan secara deskriptif maupun secara
proporsional. Teori dibedakan atas teori substantive dan teori formal. Teori
substantive disusun untuk keperluan empiris sedangkan teori formal untuk
keperluan pengembangan secara konseptual yang dibedakan dalam taraf
abstraksinya, dan teori substantive harus terlebih dahulu disusun. Unsur-unsur
suatu teori terdiri atas kategori kawasannya, hipotesis kerja dan peranan
integrasi dalam penyusunan teori
Penyusunan teori dimulai dengan teori substantive
melalui usaha menemukan kategori dengan kawasannya, mencari hubungan-hubungan
yang logis sehingga dapat dirumuskan ke dalam hipotesis kerja dengan
memanfaatkan metode analisis komparatif. Teori formal disusun dengan jalan
memanfaatkan teori substantive baik untuk satu bidang maupun bidang ganda.
Teori formal itu tetutama bermanfaat untuk menguji teori formal lainnya untuk
menganalisis hasil-hasil penelitian. Verifikasi teori yang lazim menguji teori
lama dapat pula dimanfaatkan untuk menguji teori baru yang muncul dari data.
Beberapa persoalan yang berkaitan dengan teori yaitu
Pertama, persoalan generalisasi yang
diuraikan berupa tujuan ilmu, beberapa persoalan konsep generalisasi klasik,
generalisasi alamiah sebagai suatu alternative, dan hipotesis kerja dengan
teori-teorinya. Kedua, persoalan
kausalitas Lofland lebih tegas mempertahankan prinsip kausalitas. Guba dan
Lincoln mulanya menyetujui kemudian merumuskan konsep baru sama sekali di dalam
rangka paradigma naturalistik. Pendapat Patton masih tetap relevan karena
manfaat yang diperoleh dari teknik induktif sebagai yang dipaparkan pada
sebelumnya. Analisis data tentang adanya prinsip kausalitas dapat dipelajari
dari Miles dan Huberman. Apabila seseorang ingin menerapkan paradigma
naturalistik murni yaitu dengan konsep saling mempertajam secara simultan perlu
dikaji secara mendalam. Ketiga,
persoalan emik dan etik. Pendekatan emik yaitu struktural yang berarti peneliti
berasumsi terpola dalam system pola itu sendiri. Sedangkan pendekatan etik
terdiri atas kumpulan rumit antara tujuan dan prosedur.
F.
Perumusan Masalah Penelitian Kualitatif
Perumusan masalah penelitian melalui fokus. Masalah
penelitian dirumuskan dalam bentuk fokus yang dalam penlitian membatasi studi
itu sendiri di samping diperlukan sebagai kriteria inklusi-eksklusi, sifat
perumusan masalah sebelum penelitian akhirnya masih tentative, yang berarti
masih dapat berkembang sekaligus disempurnakan sewaktu peneliti sudah berada di
lapangan. Model perumusan masalah yang dicatat dari dua belas contoh memberikan
gambaran lengkap bahwa terdapat berbagai cara dan gaya dalam merumuskan masalah
penelitian.
G. Tahap dan Teknik Penelitian Kualitatif
Ada tiga tahap penelitian kualitatif secara umum
yaitu tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data.
Tahap pralapangan terdiri dari menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan
penelitian, mengurus perizinan, menjajaki dan menilai lapangan, memilih dan
memanfaatkan informan, menyiapkan perlengkapan penelitian, persoalan etika
penelitian. Tahap pekerjaan lapangan yaitu persiapan latar penelitian dan
persiapan diri, memasuki lapangan, berperanserta sambil mengumpulkan data.
Sedangkan tahap analisis data akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Sedangkan tahap penelitian secara siklikal
yaitu menggambarkan proses mengikuti suatu lingkaran.
Sedangkan teknik penelitian kualitatif meliputi pertama
sumber dan jenis data yaitu kata-kata dan tindakan, sumber tertulis, foto dan
data statistik. Kedua, peranan manusia sebagai instrument penelitian berupa
pengamatan berperanserta dan instrument penelitian. Ketiga, pengamatan berupa
alasan pemanfaatan pengamatan, macam-macam pengamatan dan derajat peranan
pengamatan, apa yang diamati, pengamatan dan pencatatan data, pengamat yang
diamati dan memperhatikan kelematan pengamatan. Keempat, wawancara yaitu
macam-macam wawancara berupa wawancara pembicaraan informal, pendekatan
menggunakan petunjuk umum wawancara, dan wawancara baku terbuka. Kemudian
bentuk-bentuk pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman, pendapat, perasaan,
pengetahuan, indera, latar belakang atau demografi.
Salah satu kunci pokok pelaksanaan penelitian
kualitatif terletak pada bagaimana cara seorang peneliti mencatat data dalam
catatan lapangan. Penelitian dan penggunaan catatan lapangan, bentuk, isi, dan
proses pemaketan dikemukakan dalam rangka menguraikan catatan lapangan
tersebut. Catatan lapangan sangat berguna untuk menghasilkan informasi yang
dapat dipertanggungjawabkan.
H. Analisis dan Interpretasi data
Analisis data yang pertama dikaitkan dengan
penulisan teori berupa pemprosesan satuan, kategorisasi, dan pemprosesan data.
Modus analisis data yang terdiri atas hermeneutik, semiotik, narari dan
metafora. Modus analisis data hermeneutik merupakan landasan filosofi pada
pemahaman manusia yang berkaitan dengan pengertian data tekstual. Analisis data
semiotik berkaitan dengan makna dari tanda dan simbol dalam bahasa. Sedangkan
modus analisis data narasi dan metafora yaitu
narasi merupakan sebagai dongeng, ceritera, tanyangan fakta yang
diceritakan pada orang pertama dan metafora
merupakan aplikasi nama atau diskripsi frasa atau istilah pada sesuatu
objek atau tindakan yang tidak diaplikasikan secara sebenarnya.
Dalam analisis data secara umum yaitu menemukan
tema, merumuskan hipotesis kerja, menganalisis berdasarkan hipotesis kerja. Ada
tiga model analisis data yaitu metode perbandingan tetap yaitu reduksi data,
kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja. Analisis data model
spradley berupa hubungan semantik, analisis taksonomi, analisis komponen, dan
analisis tema. Sedangkan analisis data model Miles dan Huberman berupa pemetaan
atau deskripsi data yang menggunakan matriks. Analisis data secara induktif
yang menjelaskan maksud pendekatan, asumsinya, proses, pemeriksaan keabsahan
data, dan ciri-ciri kode kategori. Terakhir analisis data dengan komputer yaitu
dengan non-numerical unstructured data, indexing, mencari dan menteoretisasi,
dua data –base dalam UND*IST berupa system dokumen data dan sistem indeks, dan
terakhir pekerjaan dalam NUD*IST menggunakan grafik penuh dan window jamak.
I.
Kriteria dan Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Pemeriksaan keabsahan data didasarkan atas kriteria
tertentu. Kriteria ini terdiri atas derajat kepercayaan (kredibilitas), keteralihan, kebergantungan,
dan kepastian. Masing-masing kriteria tersebut menggunakan teknik pemeriksaan sendiri-sendiri.
Kriteria derajat kepercayaan pemeriksaan datanya dilakukan dengan teknik
perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan
anggota. Kriteria kebergantungan dan kepastian pemeriksaan dilakukan dengan
teknik auditing. Masing-masing teknik tersebut diuraikan prinsip dan cara
pemanfaatannya.
J.
Teknik Penulisan Laporan Penelitian
1.
Fungsi, jenis, dan bentuk laporan hasil
penelitian
a.
Fungsi penelitian
1)
Keperluan studi akademis.
2)
Keperluan perkembangan ilmu pengetahuan.
3)
Keperluan lembaga masyarakat, lembaga
pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu.
4)
Keperluan publikasi ilmiah
b.
Jenis dan bentuk laporan
1)
Jenis laporan yang dilakukan oleh mahasiswa S1
pada akhir tahun masa studinya (skripsi), mahasiswa S2 (tesis), mahasiswa S3
(disertasi).
2)
Publikasi ilmiah yang dilakukan oleh peneliti
pada majalah ilmiah seperti journal.
3)
Laporan penelitian yang ditujukan kepada pembuat
keputusan atau kebijaksanaan yaitu bentuk eksekutif.
4)
Laporan yang ditujukan kepada masyarakat awam
seperti artikel dalam koran
2.
Kerangka dan isi laporan
a.
Latar belakang, harapan, pembatasan, dan tujuan
penelitian (Bab I)
b.
Penelaahan Kepustakaan (Bab II)
c.
Metodologi (Bab III) yang mencakup latar, entri,
desain (langkah-langkah penelitian), kehadiran peneliti, pencatatan data, dan
analisis data.
d.
Gambaran menyeluruh tentang latar penelitian
(Bab IV) yang berisi gambaran umum tentang lokasi dan subjek
e.
Uraian tentang konsep-konsep menurut tema (Bab
IV) yang mencakup kesesuaian teori tentang konsep yang berasal dari data.
f.
Pembahasan dan implikasi (Bab V) termasuk
kesimpulan
K. Proposal Penelitian Kualitatif
Proposal menurut Lincoln dan Guba adalah usaha
merencanakan kemungkinan-kemugkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan
secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan ukuranya
masing-masing. Komponen-komponen proposal penelitian yaitu penentuan fokus
penelitian, penentuan kesesuaian paradigma dengan fokus, penentuan paradigma
dengan teori substansif yang membimbing studi, penentuan dari mana dan dari
siapa data dikumpulkan, penentuan tahap-tahap penelitian, penentuan teknik
penelitian, perencanaan pengumpulan dan pencatatan data, perencanaan prosedur
dan pelaksanaan analisis data, perencanaan perlengkapan penelitian, dan terakhir
perencanaan untuk pemeriksaan keabsahan data.
Kerangka dan diskripsi proposal penelitian
kualitatif
1. Kerangka Proposal
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Penelitian Dan
Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Paradigma
E. Manfaat Penelitian
BAB II. ACUAN TEORI
A. Acuan Teori
(berkaitan dengan focus penelitian)
B. Acuan Teori (Sub
focus 1)
C. Acuan Teori (sub
focus 2)
D. Acuan Teori (sub
focus 3), dst
BAB III. METODOLOGI
PENELITIAN
A. Deskripsi Latar,
Sumber Data, Satuan Kajian, dan Entri
B. Metode / Teknik Penelitian
C. Data dan Sumber Data
D. Prosedur Pengumpulan
Data
E. Analisis Data
F. Pemeriksaan Keabsahan
data
BAB IV. PAPARAN DATA DAN
TEMUAN HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
B. Temuan Hasil
Penelitian
C. Pembahasan Temuan
Hasil Penelitian
BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN
SARAN-SARAN
A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran-saran
2. Deskripsi Singkat Tentang Kerangka Proposal
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
1. Pada bagian ini
diuraikan situasi daan kondisi yang menarik perhatian peneliti dan pembaca pada
umumnya.
2. Kemukakan hal-hal
yang ingin diketahui dan alasan mengapa peneliti tertarik dengan topik
tersebut.
3. Kemukakan juga
mengapahal itu perlu diteliti.
4. Berikan gambaran pula
apa yang diharapkan sebagai hasil penelitian ini.
B.
Fokus dan Peumusan Masalah Penelitian
1. Tetapkan fokus penelitian.
2. Temukan sub-sub fokok
yang terkait dengan topik penelitian.
3. Rumusan masalah
penelitian dengan jalan mengaitkan dengan fokus dan sub-sub fokus yang menjadi
pertanyaan untuk dicarikan jawabannya.
4. Rumusan masalah
penelitian harus menjawab pertanyaan apa yang akan diselesaikan peneliti dalam
melakukan penelitian ini.
5. Masalah penelitian
itu dikemukakan dalam bentuk pertanyaan
yang dirumuskan secara tajam yang ingin dicari jawabannya dalam penelitian ini.
6. Rumuskan dengan
menggunakan kata-kata yang tepat dengan bahasa yang efisien.
C.
Tujuan Penelitian
1. Tujuan penelitian
merupakan pertanyaan operasional yang merincikan apa yang akan diselesaikan dan
dicapai dalam penelitian.
2. Tujuan itu dirumuskan
sebagai upaya yang ditempuh oleh peneliti untuk memecahkan masalah.
3. Rumusan tujuan itu
menjawab pertanyaan bagaimana peneliti menggunakan hasil penelitiannya dan
bagaimana profesi sejenis menggunakan hasil penelitiannya.
D.
Paradigma
1. Paradigma perlu
dikemukanan pada awal atau bagian ini agar peneliti memegang paradigma yang
mana karena paradigma itu juga yang akan membimbingnya untuk merancang dan
melaksanakan penelitiannya.
2. Paradigma itu bisa
naturalistik yang bersumber dari fenomenologi atau positivism atau berdiri di
antara keduanya.
3. Berdasarkan paradigma
itu peneliti mengemukakan beberapa asumsi yang dipergunakan dalam penelitian.
E.
Manfaat Penelitian
1. Dalam bagian ini
dikemukakan apa yang kiranya menjadi kegunaan hasil penelitian baik bagi dunia
ilmu pengetahuan, bidang ilmu itu sendiri dan masyarakat pada umumnya.
2. Manfaat penelitian
dirumuskan secara singkat dan bahasa yang tepat.
BAB II ACUAN TEORI
A. Acuan Teori 1
B.
Acuan Teori 2
C.
Acuan Teori 3
Hal ini berbeda dengan yang digunakan dalam penelitian kuantitatif karena
di sini bukan untuk mengkaji teori tetapi sekedar memahami konsep apa yang
ingin diteliti.
Misalnya : Fokus- Pemeliharaan gizi dalam keluarga
Sub fokus 1 : Persepsi orang tua tentang
gizi
Sub fokus 2 : Tingkat kehidupan sosial
ekonomi keluarga
Sub fokus 3 : Orang pedesan dan
pemeliharaan gizi
Acuan teorinya adalah :
Pemeliharaan gizi dalam keluarga
tingkat kehidupan sosial ekonomi
Sikap orang pedesaan tentang pemeliharaan gizi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Entri, Latar
Penelitian, Sumber Data, Satuan Kajian
1.
Mengemukakan terlebih dahulu bagaimana cara yang
ditempuh peneliti untuk memasuki latar, bagaimana memperoleh izin, dsb.
2.
Kemukakan dalam bagian ini kondisi dan situasi
fisik, latar sosial, dan hal-hal terkait dengan latar penelitian
3.
Kemukakan juga sumber datanya, siapa atau apa
yang menjadi satuan kajian.
B.
Metodologi Penelitian
1.
Mengemukakan metode yang digunakan naturalistik,
etnografi, studi kasus, action research dan diskripsikan secara singkat
2.
Mendiskipsikan secara singkat peranan dan fungsi
peneliti sebagai instrument penelitian
3.
Menguraikan tentang patokan pemilihan informan
dan bagaimana proses pemilihannya.
4.
Kemukakan tentang jadwal waktu penelitian
C.
Data dan Sumber Data
1.
Data apa saja yang akan dikumpulkan
2.
Apa dan siapa yang akan menjadi sumber data
3.
Mengemukakan bagaimana menjaga kerahasiaan
sumber data
4.
Pemilihan sumber data yang sesuai dengan acuan
teori dan pertanyaan penelitian.
D. Prosedur Pengumpulan
Data
Mengemukakan langkah langkah yang ditempuh dalam mengumpulkan data
(dikaitkan dengan metode / teknik penelitian yang digunakan).
E.
Analisis Data
1.
Menjelaskan rencana analisis data.
2.
Menguraikan secara singkat bagaimana proses
analisis data yang ditempuh.
F.
Pengecekan Keabsahan Data
1.
Mengemukakan kriteria keabsahan data yang
digunakan.
2.
Menjelaskan rencana pemeriksaan keabsahan data
yang digunakan untuk penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar